Kuliah Bersama Bahas Best Practice Implementasi Budaya Anti Korupsi



14 Apr 2026




Yogyakarta-Pusat Pengembangan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta mengadakan kegiatan kuliah bersama yang mengangkat tema implementasi budaya anti korupsi pada Senin (13/04/2026) pukul 14.00 secara luring di Gedung Ghra Bina Husada. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Prodi Kesehatan Gigi Program Diploma Tiga, Prodi Keperawatan Anestesi Program Sarjana Terapan, Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan, serta Prodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan.

Materi disampaikan oleh Bapak Joko Susilo, SKM., M.Kes., yang membagikan best practice pengalaman manajerial dalam mengimplementasikan budaya anti korupsi selama masa kepemimpinan sebagai Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta periode 2018-2022. Kegiatan ini dimoderatori oleh Bapak Margono, S.Pd., APP., M.Sc., yang juga merupakan Penyuluh Anti Korupsi.

Dalam pemaparannya, Bapak Joko Susilo, SKM., M.Kes menjelaskan bahwa budaya anti korupsi merupakan sistem nilai yang harus diwujudkan melalui integritas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan partisipasi. Penerapan nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan berintegritas. Selain itu, disampaikan pula pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional. Soft skill seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan individu maupun organisasi.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta telah menerapkan berbagai kebijakan pencegahan korupsi, di antaranya penolakan gratifikasi, penghapusan konsumsi dalam ujian untuk menghindari potensi suap, serta peningkatan transparansi dalam tata kelola keuangan dan layanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami pentingnya budaya anti korupsi serta menerapkannya dalam kehidupan akademik maupun profesional di masa mendatang.

Kontributor: Tim Pusbangdik